Manado,IndikatorPublik.com -Yehezkiel adalah nabi yang di utus Tuhan kepada bangsa Israel yang saat itu dalam keterpurukan saat pembuangan di Babel akibat pemberontakan mereka yang terus menyembah ilah lain.
Tuhan memakai Bangsa lain untuk menyadarkan mereka.
Demikian khotbah Pdt.Natalia Pinaria.S.Th, ketika memimpin ibadah Minggu, (28/09/25) malam di jemaat GMIM Imanuel Wanea.
Pembacaan Alkitab dalam kitab perjanjian lama. Yehezkiel 33:1-20, dengan judul “Tugas Yehezkiel Sebagai Penjaga”.
Dalam kehidupan Bangsa Israel begitu banyak masalah yang menyesatkan kehidupan mereka sehingga kematian terus mengintai mereka, keterpurukan menimpa mereka akibat ketidaktaatan mereka kepada Tuhan.
“Yehezkiel bertanggung jawab untuk menyuarakan pertobatan kepada Bangsa Israel dengan tidak menyimpang semua ajaran Tuhan dan tidak menyembah ilah lain. Tuhan menuntut supaya mereka bertobat. Jika mereka tidak mau di peringatkan maka mereka akan menanggung akibatnya sendiri, Tuhan tidak mau Bangsa ini sesat dan mati dalam kesalahan mereka, sebaliknya apabila Yehezkiel tidak melakukan apa yang di amanatkan untuk Bangsa Israel maka Tuhan akan menuntut pertanggung-jawaban dari Yehezkiel,” jelas Pdt.Natalia.
Allah menunjukan seratus persen kemarahan dan kemurahaNya memohon supaya Bangsa Israel berbalik kepada jalan Tuhan, sebab orang fasik sekalipun dapat di selamatkan asalkan dia mau bertobat, Tuhan tidak ingin Bangsa ini menyesal pada akhirnya mati dalam dosa.
“Percuma kita beribadah jika kebenaran tidak ada dalam kehidupan kita, sebaliknya orang yang bertobat dan berbalik kepada Tuhan pasti akan selamat dari kehancuran. Tuhan itu adil dan setiap orang akan di minta pertanggung-jawaban. Pertobatan adalah bukan mereka yang tahu kebenaran tapi mereka yang mau melakukan kebenaran itu,” tambah Pendeta Natalia.
“Sebagai Diaken, Penatua Guru Agama, Pendeta kita di tuntut untuk menjadi penjaga iman, membimbing, memelihara dan memberi dukungan iman kepada umat jika tidak maka Tuhan akan menuntut pada kita.Begitu juga sebagai pemerintah kita mengayomi dan mengatur masyarakat untuk hidup taat dan sebagai orang tua tentunya kita juga menuntun anak cucu kita untuk taat kepada Tuhan supaya mereka jangan binasa melainkan melakukan kebaikan sungguh-sungguh hidup dalam pertobatan tiap hari,” harapnya.
“Tetaplah hidup dalam kebenaran jangan menyimpang,hidup sungguh-sungguh dalam Tuhan jauhkan perbuatan dosa dan saling menolong untuk hidup berkenan kepada Tuhan bukan saling menghakimi dengan demikian kita tidak akan binasa,”pungkas Pendeta Natalia
(Janes)








