Utaurano Jadi Role Model Pembangunan Kampung di Sangihe, Bupati Thungari: “Capaian Ini Bukan Kebetulan”

Sangihe19 Dilihat

SANGIHE Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menyebut Kampung Utaurano sebagai salah satu kampung terbaik dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan masyarakat di Tanah Tampungang Lawo. Kampung yang baru saja merayakan HUT ke-111 dan perayaan adat Tulude 2026 itu dinilai berhasil menunjukkan kinerja konsisten dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Thungari mengatakan capaian Utaurano mencerminkan komitmen dan sinergi kuat antara pemerintah kampung dan masyarakat.

“Pola pembangunan di Utaurano patut menjadi referensi bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Thungari, Minggu (15/2/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Di bawah kepemimpinan Kapitalaung Herdyanto Takapulungang, Kampung Utaurano berhasil meraih status Kampung Mandiri sejak tahun 2022 berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) dan terus mempertahankannya hingga tahun 2026.

“Mempertahankan status kampung mandiri selama beberapa tahun menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan berjalan baik, pembangunan konsisten, dan partisipasi masyarakat terjaga,” lanjutnya.

Selain menyoroti keberhasilan pemerintahan kampung, Bupati juga memberikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Utaurano yang dinilai aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan di tingkat kabupaten. Menurutnya, kolaborasi lintas unsur masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan berbasis komunitas.

Dalam kesempatan itu, Bupati Thungari juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-111 kepada seluruh masyarakat Utaurano, sekaligus mengapresiasi semangat pelestarian budaya melalui perayaan adat Tulude.

“Tradisi Tulude adalah cermin dari nilai-nilai kebersamaan dan syukur. Semangat inilah yang perlu terus diwariskan dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Peringatan HUT Kampung Utaurano dan prosesi adat Tulude berlangsung khidmat, dihadiri berbagai lapisan masyarakat dan tamu undangan. Acara tersebut menjadi momentum reflektif bagi warga untuk memperkuat komitmen membangun kampung secara mandiri, berdaya, dan berbudaya. (JA)