SANGIHE — Tiga agenda penting dipadukan dalam satu momentum oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui upacara gabungan yang digelar di Lapangan Santiago, Tahuna Timur, Senin (4/5/2026). Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda), Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dan Apel Awal Bulan Mei ini menjadi ajang penegasan arah pembangunan daerah.
Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, yang memimpin jalannya upacara, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari refleksi kinerja sekaligus penguatan komitmen aparatur dalam melayani masyarakat.
Dihadiri unsur Forkopimda, jajaran TP-PKK, pejabat eselon II, staf ahli bupati, serta seluruh ASN, upacara berlangsung khidmat dengan penekanan pada pentingnya sinergi dalam pembangunan daerah kepulauan.
Bulahari menyebut, sebagai wilayah perbatasan di utara Indonesia, Sangihe memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, otonomi daerah harus dimanfaatkan secara optimal untuk memastikan pelayanan publik dapat dirasakan hingga ke wilayah terpencil dan pulau terluar.
Tema nasional “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” dinilai sejalan dengan program Sapta Membara yang tengah dijalankan Pemkab Sangihe. Fokusnya meliputi percepatan pembangunan, penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tata kelola pemerintahan yang transparan.
Dalam arahannya, Bulahari juga menyoroti pentingnya sinkronisasi program dengan kebijakan nasional, penguatan reformasi birokrasi berbasis digital, serta upaya meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Ia turut menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab kompleksitas pembangunan di wilayah kepulauan.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan anggaran, kondisi geografis yang menantang, hingga belum meratanya akses layanan dasar bagi masyarakat.
Pada peringatan Hardiknas, perhatian khusus diberikan pada sektor pendidikan yang dinilai sebagai fondasi utama kemajuan daerah. Bulahari menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas bersama.
Ia mengungkapkan, tantangan pendidikan di Sangihe masih mencakup keterbatasan akses di wilayah terpencil, sarana prasarana yang belum memadai, serta kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Untuk menjawab hal tersebut, pemerintah daerah terus mendorong pemerataan akses pendidikan, penerapan digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru.
Menutup amanatnya, Bulahari mengajak seluruh ASN untuk tetap menjaga integritas dan semangat pengabdian, sekaligus menyukseskan agenda strategis daerah, termasuk pelaksanaan Pemilihan Kapitalaung di 118 kampung agar berjalan tertib dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas. (JA)









