Hadiri Grand Final Turnamen Sepak Bola Perempuan GMIST, Bupati Thungari : Momentum Pererat Persaudaraan

Sangihe150 Dilihat
banner 468x60

SANGIHE—Semangat sportivitas dan persaudaraan mewarnai grand final Turnamen Sepak Bola Perempuan GMIST yang digelar di Lapangan Gesit Tahuna, Sabtu (2/8/2025). Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, hadir langsung dan membuka secara resmi ajang bergengsi antar jemaat ini.

Turnamen yang digagas oleh Sinode GMIST ini mempertemukan delapan tim dari berbagai jemaat di babak final. Pertandingan pembuka sore itu menampilkan Tim Sion Sawang Jauh melawan Tim Imanuel Dame dalam duel sengit di Grup A.

banner 336x280

Bupati Thungari bersama Ketua Sinode GMIST membuka acara dengan melakukan tendangan pertama sebagai simbol dimulainya laga final. Usai seremoni, pertandingan berlangsung penuh semangat dan persaingan ketat di lapangan hijau.

Skor imbang bertahan hingga akhir babak pertama. Namun, di babak kedua, Veronica Samadi dari Tim Sion Sawang Jauh mencetak gol tunggal di menit ke-57, membawa timnya unggul 1-0 hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini menjadi langkah penting bagi Sion Sawang Jauh di fase final.

Setelah laga pertama, pertandingan berlanjut antara Tim Efrata Haasi dan Tim Betlehem Peling Sawang yang juga tergabung dalam Grup A.

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen ini. Ia menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan hanya mengejar gelar juara, tetapi mempererat persaudaraan dan kebersamaan antar jemaat.

“Turnamen ini bukan soal siapa menang atau kalah, tetapi bagaimana kita bisa menjaga suasana persaudaraan, terutama dalam menerima dan menghormati tamu dari daerah lain,” kata Bupati.

Ia juga berpesan agar panitia dan wasit menjunjung tinggi keadilan demi kelancaran seluruh pertandingan hingga akhir kegiatan.

“Semoga turnamen ini menjadi wadah persatuan dan membawa pengaruh positif bagi seluruh peserta dan jemaat yang terlibat,” tambahnya.

Kehadiran Bupati Thungari dan dukungannya terhadap kegiatan yang melibatkan perempuan dalam dunia olahraga menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan potensi masyarakat di segala bidang, termasuk olahraga dan kerohanian.

Turnamen ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya memperkuat iman jemaat, tetapi juga mempererat relasi lintas wilayah dalam semangat GMIST yang inklusif dan sportif. (JA)