SANGIHE — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali menunjukkan kepedulian terhadap warganya yang tertimpa musibah. Bupati Michael Thungari turun langsung meninjau lokasi terdampak gelombang pasang di Kelurahan Santiago, Kecamatan Tahuna, sekaligus menyerahkan bantuan bagi keluarga korban, Selasa (11/11/2025).
Bencana gelombang pasang yang melanda beberapa hari sebelumnya menyebabkan kerusakan di wilayah pesisir Santiago, termasuk rumah milik keluarga Pamikirang–Steker dan Ibu Katrince Lope. Melihat kondisi tersebut, Bupati Thungari bersama jajaran pemerintah daerah bergerak cepat memberikan bantuan berupa beras, makanan siap saji, selimut, dan perlengkapan kebutuhan harian lainnya.
“Pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Kami hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak. Ini bagian dari tanggung jawab sekaligus bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami bencana,” ujar Bupati Thungari.
Selain menyerahkan bantuan, Bupati juga meninjau langsung kondisi rumah warga yang rusak akibat terjangan ombak serta berdialog dengan masyarakat sekitar. Ia memastikan bahwa pemerintah akan mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi dampak lanjutan di kawasan pesisir.
Langkah awal yang telah dilakukan, kata Thungari, yakni pembangunan talud pengaman pantai sementara menggunakan karung sintetis, yang dikerjakan dengan memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) melalui koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Tindakan darurat ini penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Namun ke depan, kami juga akan mengusulkan pembangunan talud permanen ke kementerian terkait agar perlindungan terhadap masyarakat pesisir bisa lebih maksimal,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Ia mengajak seluruh unsur pemerintah daerah, mulai dari kelurahan hingga kecamatan, untuk bergerak bersama membantu warga dalam pemulihan pascabencana.
“Semangat gotong royong harus terus kita hidupkan. Dengan kerja bersama, setiap kesulitan akan lebih mudah diatasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan tambahan dari BNPB, terutama untuk rehabilitasi dan penguatan talud di kawasan rawan.
“Kami akan memperjuangkan bantuan agar rehabilitasi bisa dilakukan, tidak hanya di Santiago, tetapi juga di beberapa titik pesisir lain yang kondisinya sudah sangat rawan. Ini menjadi prioritas kami,” ujar Labesi.
Langkah cepat pemerintah daerah dalam memberikan bantuan serta penanganan awal bencana ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Sangihe dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah pesisir yang rentan terhadap bencana alam. (JA)












