SANGIHE— Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi dan menyejahterakan generasi muda. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Pemkab Sangihe menggelar Sosialisasi Puskesmas Ramah Anak, Selasa (11/11/2025), bertempat di Ruang Serbaguna Pendopo Rumah Jabatan Bupati.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA), terutama di bidang layanan kesehatan yang menjunjung tinggi hak dan kepentingan anak.
Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Melanchton Harry Wolff, yang dalam sambutannya memberikan apresiasi atas konsistensi Dinas P3A dalam mengembangkan berbagai program ramah anak di tengah tantangan keterbatasan anggaran.
“Ini bukan sekadar kegiatan formal, melainkan bagian dari tanggung jawab moral kita bersama. Anak-anak adalah masa depan Sangihe, dan sudah menjadi kewajiban kita memastikan setiap fasilitas kesehatan mampu memberikan layanan yang ramah dan aman bagi mereka,” tegas Wolff.
Ia menambahkan, penguatan konsep Puskesmas Ramah Anak merupakan bagian penting dari implementasi Kabupaten Layak Anak yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu indikator utama dalam penilaian KLA adalah tersedianya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang mendukung pemenuhan hak-hak anak di bidang kesehatan.
“Dalam lima klaster penilaian KLA, puskesmas masuk pada klaster ketiga yang berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan anak. Karena itu, puskesmas menjadi ujung tombak dalam memastikan layanan kesehatan anak benar-benar optimal,” jelasnya.
Sekda juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor—terutama antara Dinas Kesehatan, para kepala puskesmas, dan lembaga mitra—untuk memastikan implementasi konsep ramah anak berjalan di seluruh wilayah Sangihe.
“Kami berharap seluruh tenaga kesehatan turut mengambil peran aktif. Membangun puskesmas ramah anak bukan sekadar memenuhi indikator administratif, tetapi menunjukkan kepedulian nyata terhadap tumbuh kembang anak-anak di daerah kita,” ujarnya menambahkan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyoroti sejumlah indikator penting yang menjadi perhatian pemerintah daerah, seperti penurunan angka perkawinan usia dini, peningkatan pemberian ASI eksklusif, perbaikan status gizi balita, hingga penyediaan ruang layanan yang ramah anak di setiap puskesmas.
Sosialisasi ini diikuti oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Dinas Kesehatan, para kepala puskesmas, LSM pemerhati anak, serta perangkat daerah terkait.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap seluruh fasilitas kesehatan di daerah dapat semakin berkomitmen memberikan layanan yang berkualitas, aman, dan ramah anak sebagai bentuk investasi berharga bagi masa depan generasi Sangihe. (JA)












