Isu Bupati Tak Layani Tamu Ditepis, Stafsus Bidang Komunikasi Publik Tegaskan Bupati Thungari Sosok Terbuka

Sangihe10 Dilihat

SANGIHE — Isu yang menyebut Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, enggan menerima tamu di Kantor Bupati maupun Rumah Jabatan, dibantah tegas. Staf Khusus Bupati Bidang Komunikasi Publik, Dendy Abram, memastikan kabar tersebut tidak benar dan menyesatkan.

Dendy Abram menegaskan, sejak awal menjabat, Bupati Michael Thungari dikenal sebagai pemimpin yang terbuka dan responsif terhadap siapa pun yang ingin bersilaturahmi, baik dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum.

Menurut Abram, setiap tamu yang datang dengan niat baik pada prinsipnya akan dilayani, selama tidak berbenturan dengan agenda resmi bupati seperti rapat internal, kegiatan kedinasan, maupun tugas luar daerah.

“Pak Bupati selalu terbuka menerima tamu. Selama tidak berbenturan dengan agenda resmi, beliau pasti meluangkan waktu,” ujar Abram, menanggapi isu yang beredar di tengah masyarakat.

Meski demikian, Abram mengingatkan pentingnya mengikuti prosedur saat hendak bertemu pimpinan daerah. Hal tersebut diperlukan demi tertib administrasi serta efektivitas pengaturan waktu, mengingat padatnya agenda dan banyaknya tamu yang datang setiap hari.

“Kami berharap setiap tamu yang datang ke Kantor Bupati terlebih dahulu melapor ke petugas piket agar maksud dan tujuan kunjungan dapat dicatat,” jelasnya.

Untuk kunjungan ke Rumah Jabatan Bupati di luar jam kerja, Abram juga menekankan pentingnya koordinasi dengan petugas yang berjaga, seperti piket, sekretaris pribadi (sespri), maupun pengawal pribadi (walpri).

“Di luar jam kerja tetap perlu penyesuaian waktu, karena Pak Bupati juga memiliki agenda pribadi dan kegiatan lain yang patut dihormati,” tambahnya.

Terkait adanya pemberitaan yang dinilai kurang tepat oleh sebagian pihak, Abram memilih menyikapinya secara bijak. Ia menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika kebebasan pers yang harus dihargai.

“Wartawan memiliki peran penting sebagai kontrol sosial. Selama pemberitaan disajikan sesuai kode etik jurnalistik, itu merupakan bagian dari demokrasi,” pungkas Abram. (JA)