Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Michael Thungari Resmikan GOR Membara, Rumah Singgah, dan Jalan Poros Panenteng Lose

Sangihe26 Dilihat

SANGIHE—Dalam momentum satu tahun kepemimpina Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan Wabup Tendris Bulahari, tiga proyek strategis daerah, yakni Gedung Olahraga (GOR) Membara, Rumah Singgah, dan Jalan Poros Panenteng Kawasan Lose diresmikan.

Peresmian yang digelar Jumat (20/2/2026) di GOR Membara itu menandai langkah nyata pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Sapta Membara atau Pitu Makawantuge.

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dan dukungan seluruh elemen masyarakat yang telah berperan dalam proses pembangunan daerah.

“Momentum ini menjadi refleksi satu tahun pemerintahan dalam bingkai visi Sapta Membara, sekaligus wujud tanggung jawab kami kepada masyarakat,” ujar Thungari.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Sangihe tetap memfokuskan pembangunan pada penguatan reformasi birokrasi, peningkatan pelayanan publik, dan penyelesaian proyek-proyek strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurut Thungari, dalam kurun waktu satu tahun, daerah ini menunjukkan capaian ekonomi yang menggembirakan. Berdasarkan data 2025, pertumbuhan ekonomi Sangihe mencapai 7,07 persen (triwulan IV dibanding triwulan III), lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Sulawesi Utara yang sebesar 7,02 persen. Secara tahunan (year on year), Sangihe juga mencatat pertumbuhan 6,38 persen, melampaui Sulawesi Utara yang berada di angka 5,95 persen.

“Angka ini menunjukkan bahwa kerja keras bersama seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat mulai membuahkan hasil positif,” kata Bupati.

Selain capaian ekonomi, Thungari menyoroti penyelesaian tiga proyek vital, yakni Jalan Poros Panenteng Kawasan Lose, Rumah Singgah, dan GOR Membara.

Pembangunan Jalan Poros Panenteng dinilai strategis karena membuka konektivitas antar kecamatan, memperlancar arus barang dan jasa, serta mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan. Infrastruktur ini diharapkan menjadi penggerak pemerataan ekonomi di wilayah kepulauan.

Sementara Rumah Singgah dibangun untuk mempermudah akses warga kepulauan yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan administrasi di pusat daerah. Fasilitas tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Adapun GOR Membara — yang resmi diresmikan pada acara tersebut — dirancang sebagai pusat kegiatan olahraga, kepemudaan, seni budaya, dan sosial kemasyarakatan.

“GOR Membara bukan hanya fasilitas olahraga, tetapi juga simbol semangat kolektif masyarakat Sangihe untuk terus maju, tumbuh, dan berprestasi bersama rakyat,” tegas Bupati.

Nama Membara, lanjut Thungari, merupakan akronim dari Membangun Bersama Rakyat, yang mencerminkan filosofi partisipatif pembangunan daerah.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada para pemimpin terdahulu dan tokoh masyarakat yang telah meletakkan fondasi pembangunan. Ia menegaskan, penyelesaian proyek-proyek tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus penghargaan terhadap semangat dan kerja keras generasi sebelumnya.

“Apa yang kita resmikan hari ini adalah buah dari perjuangan panjang dan kerja bersama. Keberhasilan ini tidak mungkin dicapai tanpa dukungan masyarakat dan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Thungari berharap, keberadaan tiga infrastruktur tersebut dapat menjadi penggerak ekonomi daerah, meningkatkan pelayanan publik, serta menjadi sarana pembinaan generasi muda Sangihe yang sehat, berprestasi, dan berkarakter.

Acara peresmian ditutup dengan doa bersama dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Michael Thungari, disaksikan Wakil Bupati sekaligus Ketua KONI Sangihe Tendris Bulahari, jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD, tokoh masyarakat, dan insan olahraga. (JA)