Sangihe Bergaung! Open Tournament Piala Bupati 2026 Hadirkan 337 Petinju dari 5 Provinsi

Berita Utama, Sangihe1505 Dilihat

Sangihe, IndikatorPublik.com – Suasana meriah langsung terasa saat dentingan lonceng pembukaan menggema di GOR Membara Manente, menandai dimulainya Kejuaraan Tinju Amatir Open Tournament Piala Bupati Sangihe 2026, Senin (13/4/2026) malam.

Turnamen bergengsi ini diikuti sebanyak 337 petinju dari 36 sasana yang berasal dari lima provinsi, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Jawa Barat, dan Papua Barat.

Ajang ini akan berlangsung hingga 18 April 2026, sekaligus menjadi momentum kebangkitan tinju di Tanah Tampunganglawo.

Ketua Panitia, Johanis Pilat, menyebut kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan atlet muda agar mampu menembus level yang lebih tinggi.

“Ini momentum penting untuk menghidupkan kembali geliat tinju di Sangihe, sekaligus membina atlet muda menuju prestasi,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sekretaris Dispora Sulut, Rinny Mamahit, ditegaskan bahwa olahraga memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda.

“Olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sarana membangun mental, disiplin, dan karakter. Dari sini lahir generasi yang tangguh dan berdaya saing,” kata Mamahit.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menegaskan bahwa daerahnya memiliki sejarah panjang dalam dunia tinju.

“Sangihe pernah dikenal sebagai ‘pabrik’ petinju hebat. Lewat turnamen ini, kita nyatakan kembali kebangkitan itu. Sangihe akan terus konsisten melahirkan atlet potensial,” tegasnya.

Ia juga berharap kejuaraan ini menjadi ajang transfer pengalaman bagi atlet lokal, sekaligus bagian dari persiapan menuju PON Bela Diri yang direncanakan digelar di Sulawesi Utara pada Juli mendatang.

Tak hanya soal prestasi, Bupati juga menekankan pentingnya sportivitas dalam setiap pertandingan.

“Tidak ada titipan kemenangan. Semua atlet diperlakukan sama. Biarlah yang terbaik yang jadi juara,” ujarnya.

Di sisi lain, kejuaraan ini juga diyakini membawa dampak positif bagi perekonomian lokal.

Ramainya aktivitas di sekitar GOR Membara membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan.

Pembukaan turnamen ditandai dengan pemukulan lonceng oleh Bupati Michael Thungari, didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari, serta disaksikan jajaran Forkopimda, pengurus Pertina, dan tokoh masyarakat.

Kejuaraan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan kembali olahraga tinju di Sangihe, sekaligus melahirkan atlet-atlet unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

(***/eny)