Wabup Bulahari Ingatkan ASN Tetap Maksimal di Tengah Penerapan WFA

Sangihe16 Dilihat

SANGIHE — Penerapan Working Flexible Arrangement (WFA) di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik. Penegasan ini disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, saat memimpin apel kerja ASN bulan April 2026, Selasa (7/4/2026).

Dalam arahannya, Bulahari menekankan bahwa fleksibilitas pola kerja harus diiringi dengan tanggung jawab yang tinggi. Ia mengingatkan bahwa sistem kerja yang lebih luwes justru menuntut ASN untuk semakin disiplin dan mampu mengelola kinerja secara mandiri.

“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan optimal. Jangan sampai fleksibilitas kerja justru mengurangi kinerja,” tegasnya.

Memasuki triwulan kedua tahun 2026, Bulahari juga mengajak seluruh ASN untuk menjaga konsistensi dalam menjalankan tugas dan fungsi. Ia menilai, tantangan ke depan membutuhkan kesiapan aparatur yang adaptif, sekaligus mampu menjaga koordinasi lintas perangkat daerah.

Selain itu, ia mendorong ASN untuk rutin melakukan evaluasi kinerja agar setiap program dan pelayanan dapat berjalan efektif tanpa hambatan berarti. Menurutnya, komunikasi dan sinergi antar instansi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas layanan publik.

Di sisi lain, Bulahari turut menyampaikan apresiasi kepada ASN yang selama ini tetap menunjukkan dedikasi dalam bekerja, meskipun di tengah perubahan pola kerja.

“Terima kasih atas komitmen yang terus ditunjukkan dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai disiplin, integritas, dan profesionalisme sebagai landasan utama dalam pelaksanaan tugas. ASN, lanjutnya, harus mampu menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bulahari mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung visi pembangunan daerah melalui semangat Sapta Membara.

Apel kerja ini menjadi pengingat sekaligus penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan birokrasi yang responsif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. (JA)