Bupati Thungari Rayakan Paskah Bersama Jemaat GMIST Maranatha di Boulevard Tahuna

Sangihe27 Dilihat

SANGIHE— Suasana khidmat sekaligus penuh sukacita mewarnai perayaan Paskah Jemaat GMIST Maranatha Tahuna yang digelar di ruang terbuka kawasan Boulevard Tahuna, Minggu subuh (05/04/2026). Ibadah yang berlangsung di tepi pantai ini turut dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe  Michael Thungari bersama Ketua TP PKK, Cherry Thungari-Soeyoenus.

Ibadah Paskah dipimpin Ketua Majelis Pekerja Jemaat (MPJ) GMIST Maranatha Tahuna, Pdt. Gritha Dumaili Luase, M.Th, didampingi sejumlah pelayan, yakni Pdt. Sintike Patras Dalope, S.Th, Pdt. Mathilda Marsesa-Ponto, S.Teol, serta Pdt. Emeritus E. Maitulung-Mapia, S.Th. Dalam khotbahnya, Pdt. Gritha mengangkat perikop Lukas 24:1–12 tentang kebangkitan Yesus Kristus, yang disaksikan oleh para perempuan saat mendapati kubur yang kosong.

Pesan kebangkitan tersebut ditegaskan sebagai simbol kemenangan, harapan baru, dan sukacita bagi setiap orang percaya.

Kehadiran Bupati Michael Thungari dalam ibadah subuh ini menjadi momen istimewa. Meski baru pertama kali merayakan Paskah bersama Jemaat GMIST Maranatha, ia mengaku memiliki kedekatan emosional karena pernah tinggal di kawasan Boulevard bersama keluarga sejak 2016 hingga 2024.

“Saya sering mendengar ibadah subuh di Boulevard, dan akhirnya hari ini saya bersama istri bisa ikut merayakan Paskah di tempat ini,” ungkap Thungari.

Dengan gaya santai yang diselingi humor, ia juga berbagi pengalaman tentang tantangan mengikuti ibadah subuh, terutama saat cuaca kurang bersahabat.

“Tidak mudah bangun subuh, apalagi kalau hujan. Bisa menggoyahkan niat. Tapi saya lihat istri sudah siap, jadi saya ikut. Ternyata Tuhan menolong lewat istri yang menguatkan,” ujarnya, disambut tawa dan aplaus jemaat.

Dalam sambutannya, Thungari mengapresiasi pelaksanaan ibadah Paskah di ruang terbuka yang dinilainya menghadirkan suasana kebersamaan dan sukacita tersendiri bagi jemaat. Ia menegaskan bahwa makna Paskah bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk menghidupi nilai ketaatan dan pengabdian.

“Melalui tema ‘Kebangkitan Kristus Buah Ketaatan dan Pengabdian’, kita diajak tidak hanya mengenal kebangkitan Tuhan, tetapi juga mewujudkannya dalam kehidupan nyata—baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan kepada sesama tanpa pamrih,” tuturnya.

Bupati termuda di Sulawesi Utara itu juga memberikan pemahaman tentang makna Paskah, khususnya bagi generasi muda, agar semakin mengerti nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Di akhir sambutannya, Thungari mengajak seluruh jemaat untuk bersyukur atas perlindungan Tuhan bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang tetap aman meski sempat diguncang gempa berkekuatan 7,5 magnitudo.

“Kita patut bersyukur, karena di tempat lain gempa dengan kekuatan yang sama bisa menelan ribuan korban jiwa, tetapi Sangihe tetap dalam lindungan Tuhan,” katanya.

Menutup sambutan, ia atas nama keluarga Thungari–Soeyoenus, keluarga Bulahari–Walukouw, serta Pemerintah Daerah menyampaikan ucapan selamat merayakan Paskah kepada seluruh umat Kristiani di Sangihe. (JA)