SANGIHE – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam menangani warga terdampak bencana kembali ditunjukkan Bupati Michael Thungari. Didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe Ny. Cherry S. Thungari Soeyoenus, Wakil Ketua TP-PKK Ny. Agnes Bulahari Walukow, serta jajaran pimpinan perangkat daerah, Bupati turun langsung meninjau kondisi masyarakat di Kampung Binala dan Kampung Lelipang, Jumat (24/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyisir lokasi terdampak sekaligus berdialog dengan warga untuk memastikan kebutuhan mendesak mereka dapat segera dipenuhi. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi bentuk kepedulian sekaligus komitmen bahwa proses pemulihan pascabencana terus berjalan.
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyalurkan bantuan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan. Bantuan diprioritaskan bagi keluarga yang paling terdampak agar kebutuhan dasar mereka dapat segera terpenuhi.
Paket bantuan yang disalurkan meliputi bahan kebutuhan pokok, makanan anak, kasur, tikar, selimut, serta family kit untuk mendukung kebutuhan sehari-hari para penyintas. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang saat ini masih berupaya memulihkan kondisi tempat tinggal dan kehidupan mereka.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui perangkat daerah terkait terus melakukan pendataan dan asesmen secara menyeluruh terhadap tingkat kerusakan rumah warga. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan stimulan pembangunan maupun rehabilitasi rumah.
Pemkab menyadari bahwa bantuan stimulan rekonstruksi memiliki keterbatasan sehingga belum tentu mampu mengembalikan kondisi rumah seperti semula. Namun demikian, pemerintah berkomitmen memastikan setiap warga terdampak memiliki hunian yang aman, layak, dan dapat segera ditempati selama proses pemulihan berlangsung.
“Pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi situasi ini sendirian. Kehadiran kami di Kampung Binala dan Kampung Lelipang adalah untuk memastikan setiap warga terdampak memperoleh perhatian dan bantuan yang dibutuhkan secepat mungkin. Penanganan darurat menjadi prioritas agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ungkap Bupati Michael Thungari.
“Saat ini kami juga terus melakukan asesmen secara menyeluruh terhadap kerusakan rumah warga. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan stimulan secara tepat sasaran. Memang bantuan yang tersedia memiliki keterbatasan, tetapi kami berkomitmen untuk terus mengupayakan agar masyarakat dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak serta segera bangkit dari dampak bencana yang mereka alami,” tambahnya. (JA)









