Dari Perbatasan untuk Indonesia, Bupati Michael Thungari Resmikan Pembangunan Koperasi Merah Putih di Sangihe

Sangihe178 Dilihat

SANGIHE Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali mencatat sejarah penting bagi Indonesia. Dari wilayah paling utara Sulawesi ini, dimulailah langkah besar pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih program nasional yang digagas langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi desa di seluruh Indonesia.

Momentum bersejarah itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama jajaran Forkopimda di Kampung Lapango, Kecamatan Manganitu Selatan, Jumat (17/10/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Setda Johanis Pilat, Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi. Nazarudin, Ketua Pengadilan Negeri Tahuna Sigit Triatmojo, serta sejumlah pejabat perangkat daerah dan masyarakat setempat yang antusias menyambut program ini.

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa pembangunan koperasi ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kebangkitan ekonomi rakyat dari desa.

“Puji syukur hari ini kita menyaksikan dimulainya pembangunan fisik 80.000 gerai dan pergudangan koperasi Merah Putih. Semoga langkah ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Manganitu Selatan,” ujar Bupati penuh semangat.

Ia menambahkan, seluruh 145 desa dan 22 kelurahan di Sangihe kini telah memiliki badan hukum koperasi. Kondisi ini menjadi modal kuat untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui koperasi.

Bupati juga mengungkapkan rencana besar pemerintah, yakni mengalokasikan 30 persen Dana Desa sebagai jaminan modal koperasi Merah Putih di bank-bank pemerintah mulai tahun depan.

“Kalau koperasi ini berjalan, Dana Desa bisa dijaminkan untuk penguatan modal. Dengan begitu, koperasi benar-benar menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat di kampung dan kelurahan,” jelasnya.

Menariknya, kegiatan peletakan batu pertama ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Prabowo Subianto, sehingga menambah makna tersendiri bagi seluruh peserta acara.

Untuk memastikan program berjalan efektif, pemerintah pusat telah menugaskan delapan pendamping koperasidi Sangihe guna membantu perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.

Bupati Michael berharap, sinergi antara pemerintah kampung, pengurus koperasi, dan pendamping dapat menghasilkan model pengelolaan ekonomi desa yang benar-benar memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Sesuaikan jenis usaha koperasi dengan kebutuhan masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” pesan Bupati.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penuh program strategis nasional pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan ini.

Pembangunan gerai dan pergudangan Koperasi Merah Putih di Sangihe diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi produktif, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal di wilayah perbatasan utara Indonesia.

Sementara itu, Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi. Nazarudin dalam kesempatan itu menegaskan komitmen penuh TNI dalam mendukung program strategis nasional ini.

“Pembangunan koperasi ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia, termasuk di dua titik wilayah Kodim 1301/Sangihe, yakni Lapango di Sangihe dan Biaro di Sitaro. Kami siap mengawal agar program ini benar-benar menjadi penggerak ekonomi rakyat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah desa dalam menyediakan lahan bagi pembangunan koperasi.

“Lokasi koperasi harus berdiri di atas aset desa. Karena itu, kami mendorong setiap desa untuk segera menginventarisasi asetnya agar program ini bisa berkelanjutan,” tambahnya. (JA)