Bunda PAUD Cherry Thungari Soeyenus: Cegah Stunting Dimulai dari PAUD!

Sangihe152 Dilihat

SANGIHE — Bunda PAUD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Cherry Thungari Soeyenus, menyerukan gerakan bersama mencegah stunting sejak dini melalui dunia pendidikan anak usia dini (PAUD). Menurutnya, pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tapi juga dimulai dari ruang belajar pertama anak-anak.

Seruan itu disampaikan Cherry saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan Stunting bagi Tenaga Pendidik PAUD yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (7/10/2025) di Tahuna.

Kegiatan ini menghadirkan jajaran narasumber lintas sektor, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Julien Manangkalangi, S.Pd, Kepala Dinas Kesehatan dr. Handri Pasandaran, ME, Kepala Dinas P2KB dr. Jopy Thungari, M.Kes, serta tim fasilitator stunting kabupaten. Ratusan pendidik PAUD dari seluruh kecamatan di Sangihe turut serta dalam pelatihan ini.

Dalam sambutannya, Cherry menekankan bahwa para guru PAUD memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi sehat dan cerdas. Mereka bukan sekadar pengajar, tetapi juga penyampai pesan perubahan perilaku di tengah masyarakat.

“Stunting bisa dicegah jika kesadaran dimulai dari rumah. Dan guru PAUD adalah kunci utama untuk mengedukasi para orang tua tentang pentingnya gizi, pola asuh, dan stimulasi tumbuh kembang anak,” ujarnya penuh semangat.

Cherry berharap, bimtek ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kolaborasi antara pendidik dan orang tua dalam mewujudkan generasi bebas stunting di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Kita ingin anak-anak Sangihe tumbuh kuat, cerdas, dan berdaya saing. Itulah masa depan yang harus kita siapkan bersama,” tegasnya.

Kegiatan Bimtek ini juga menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam mengintegrasikan program pendidikan, kesehatan, dan keluarga berencana sebagai strategi terpadu menuju Sangihe Bebas Stunting 2025. (JA)