Operasi Karhutla Gunung Awu Ditutup, Pemkab Sangihe Siapkan Wadah Relawan Kebencanaan

Sangihe15 Dilihat

SANGIHE — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan lindung Gunung Api Awu resmi berakhir. Namun, semangat para relawan yang terlibat dalam upaya pemadaman kini akan diarahkan menjadi kekuatan baru dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berencana merangkul komunitas pencinta alam, mahasiswa, serta kelompok anak muda lainnya ke dalam wadah relawan kebencanaan yang akan dibina melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Rencana tersebut disampaikan dalam apel penutupan operasi penanganan karhutla Gunung Api Awu yang dipimpin Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari di Lapangan Gelora Santiago, Kelurahan Tona II, Kecamatan Tahuna Timur, Kamis (15/10/2026).

Apel tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tendris Bulahari, Penjabat Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, unsur TNI-Polri, serta para relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Pembentukan wadah relawan ini diharapkan menjadi langkah lanjutan agar keterlibatan masyarakat tidak hanya muncul ketika bencana terjadi, tetapi juga berperan dalam pencegahan dan kesiapsiagaan. Melalui pembinaan serta pelatihan yang terencana dan berkelanjutan, para relawan diharapkan memiliki kemampuan yang memadai saat menghadapi situasi darurat.

Dalam kesempatan tersebut, Thungari menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu penanganan kebakaran di kawasan Gunung Api Awu.

Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah daerah menyerahkan sertifikat serta memberikan upah lelah yang disalurkan secara nontunai melalui rekening masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku.

Penghargaan itu menjadi bentuk pengakuan atas kepedulian dan semangat kemanusiaan para relawan yang telah mengambil bagian dalam melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, meski operasi penanganan karhutla telah ditutup dan api di kawasan Gunung Api Awu dilaporkan padam, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan, termasuk kabut asap yang dirasakan di sejumlah wilayah.

Kabut asap yang dilaporkan terjadi di Sulawesi Utara, termasuk Pulau Sangihe, diduga berkaitan dengan kebakaran hutan di Papua. Meski demikian, sumber asap tersebut masih perlu dipastikan melalui informasi resmi dari instansi berwenang.

Masyarakat yang mengalami kondisi kabut asap pekat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai, serta memberikan perlindungan lebih kepada anak-anak, lanjut usia, dan warga yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

Pemerintah daerah juga meminta BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kehutanan tetap siaga serta memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan kondisi lingkungan.

Penutupan operasi karhutla Gunung Api Awu diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Dengan pembinaan relawan yang berkelanjutan, pengalaman menghadapi kebakaran dapat menjadi bekal untuk membangun kesiapsiagaan bencana yang lebih baik di Sangihe. (JA)