Safari Lebaran Ketupat, Bupati Sangihe Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan Warga

Sangihe22 Dilihat

SANGIHE —Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama Ketua TP PKK Cherry Thungari-Soeyoenus melaksanakan Safari Lebaran dalam momentum perayaan Hari Raya Ketupat dan Halalbihalal di sejumlah wilayah di Kepulauan Sangihe.

Kegiatan tersebut turut diikuti Wakil Bupati Tendris Bulahari bersama Wakil Ketua TP PKK Agnes Bulahari-Walukouw, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Rangkaian safari diawali pada Sabtu (28/3/2026) di Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur. Wilayah ini dikenal sebagai satu-satunya kelurahan di ibu kota Sangihe dengan mayoritas penduduk Muslim. Selanjutnya, pada Minggu (29/3/2026), Bupati menghadiri perayaan Lebaran Ketupat di Kampung Bahu, Kecamatan Tabukan Utara, serta Kampung Kendahe II, Kecamatan Kendahe.

Dalam kunjungannya, Bupati mengaku terkesan dengan semarak perayaan di Kelurahan Tidore, khususnya lomba lampu hias yang dinilai mampu menghadirkan suasana meriah layaknya di kota besar. Sebagai bentuk apresiasi, Bupati memberikan bantuan pribadi sebesar Rp10 juta untuk menambah hadiah lomba tersebut.

Bantuan itu diserahkan oleh Ketua TP PKK Cherry Thungari-Soeyoenus kepada panitia dengan rincian, juara pertama Rp4 juta, juara kedua Rp2 juta, juara ketiga Rp1,5 juta, serta sisanya untuk juara favorit dan operasional panitia.

Selain menghadiri kegiatan seremonial, Bupati bersama rombongan juga mengunjungi rumah-rumah warga dan menikmati hidangan yang disiapkan masyarakat. Suasana kebersamaan dan kedekatan antara pemerintah dan warga terlihat hangat di setiap lokasi kunjungan.

Dalam sambutannya di Masjid At-Taqwa Kampung Kendahe II, Bupati Michael Thungari menyampaikan bahwa tradisi Lebaran Ketupat memiliki makna mendalam tentang persatuan dan kebersamaan.

“Memang hanya terbuat dari anyaman janur yang sederhana, namun makna Lebaran Ketupat memiliki arti yang luar biasa. Anyaman itu tidak berdiri sendiri, tetapi saling terkait dan menguatkan hingga menjadi satu bentuk yang utuh. Begitu pula kita semua yang saling terhubung dan menguatkan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya silaturahmi sebagai sarana mempererat hubungan antarwarga, meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda.

“Silaturahmi bukan hanya tentang berjabat tangan, tetapi keberanian membuka hati, bukan sekadar mengucapkan maaf, tetapi juga tekad untuk memperbaiki dan mempertahankan hubungan,” kata Thungari.

Pada kesempatan lain di Kampung Bahu, Bupati turut menyampaikan pesan kebersamaan melalui sebuah pantun yang disambut antusias masyarakat.

“Dari Bahu menuju Tabukan, angin laut berhembus perlahan. Mari torang jaga kebersamaan, hidup rukun dalam keberagaman,” ucapnya.

Safari Lebaran Ketupat ini menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan dan toleransi di Kabupaten Kepulauan Sangihe. (JA)