SANGIHE — Upaya menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman musim kemarau terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Salah satunya melalui penyediaan infrastruktur irigasi berupa sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JAIT) yang kini mulai dimanfaatkan petani.
Program tersebut merupakan hasil dukungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Pada tahun 2025, pembangunan sumur JAIT dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kampung Kalekube I, Kecamatan Tabukan Utara, dan Kampung Kuma, Kecamatan Tabukan Tengah.
Fasilitas yang telah rampung ini kemudian diserahkan kepada kelompok tani setempat untuk dikelola secara mandiri, termasuk dalam hal pemeliharaan dan pemanfaatannya agar tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menyampaikan bahwa kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu menopang sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan hasil produksi.
“Diharapkan ini bisa mendukung peningkatan produksi pangan, terutama untuk padi sawah dan hortikultura,” ujarnya, Rabu (15/04/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah juga terus berupaya memperluas cakupan program serupa dengan mengusulkan tambahan titik pembangunan ke pemerintah pusat.
“Tahun ini kami kembali mengusulkan pembangunan di dua lokasi, yakni Utaurano dan Kelurahan Angges. Semoga dapat disetujui oleh Kementerian PU,” tambahnya.
Dengan hadirnya sarana irigasi ini, para petani diharapkan tetap mampu mengelola lahan secara optimal meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah. (JA)









