Jembatan Swadaya di Dagho Diresmikan, Bupati Thungari Apresiasi Semangat Warga

Sangihe174 Dilihat
banner 468x60

SANGIHE Sebuah jembatan hasil swadaya masyarakat resmi diresmikan oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, di Kampung Dagho, Kecamatan Tamako. Jembatan yang menghubungkan Lindungan 3 dan 4 itu dinamai “Jembatan Pak Harto”, sebagai penghargaan terhadap Kapitalaung Harto A. Kroma dan simbol kekuatan gotong royong warga.

Pembangunan jembatan ini berawal dari kerusakan parah akibat banjir besar tahun 2022, yang memutus akses transportasi dan melumpuhkan aktivitas sosial ekonomi warga setempat. Tanpa menunggu bantuan pemerintah, warga bersama Kapitalaung berinisiatif membangun kembali jembatan secara mandiri.

banner 336x280

Proses pembangunan berlangsung selama enam bulan, dimulai Februari hingga Juli 2025. Warga bergotong royong setiap hari Sabtu selama 26 minggu, mulai dari pembersihan lahan hingga penyelesaian struktur jembatan.

Kapitalaung Dagho, Harto A. Kroma, mengungkapkan total biaya pembangunan mencapai Rp325 juta. Dari jumlah tersebut, Rp175 juta berasal dari dana pribadi dirinya, dan sisanya Rp150 juta merupakan hasil swadaya masyarakat.

Bupati Michael Thungari yang hadir meresmikan langsung jembatan tersebut menyatakan rasa bangganya atas kekompakan dan kerja keras masyarakat Dagho.

“Saya kagum melihat inisiatif luar biasa ini. Tanpa dana pemerintah, masyarakat mampu mewujudkan jembatan sekuat ini. Ini bukti bahwa gotong royong masih sangat hidup di tengah kita,” ujar Thungari.

Ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini sangat strategis, terutama dalam mendukung sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan yang menjadi kekuatan utama Kecamatan Tamako.

Peresmian turut dihadiri Kapolres Kepulauan Sangihe dan Dandim 1301/Sangihe, yang juga memberikan apresiasi atas semangat kolektif masyarakat Dagho dalam membangun infrastruktur penting secara mandiri. (JA)