SANGIHE— Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari melakukan pemantauan langsung aktivitas perdagangan di Pasar Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Selasa (17/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan ketersediaan bahan pokok serta kestabilan harga menjelang hari besar keagamaan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati berdialog langsung dengan sejumlah pedagang dan pembeli untuk mengetahui kondisi pasar secara langsung. Dari hasil pemantauan, harga berbagai kebutuhan pokok masih relatif stabil dan stok barang dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, para pedagang menyampaikan beberapa keluhan terkait kondisi fasilitas pasar yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah. Di antaranya atap pasar yang mengalami kebocoran, kondisi jalan di area pasar yang becek, hingga beberapa bagian yang mulai amblas.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Michael Thungari mengatakan pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti persoalan yang ada, terutama untuk perbaikan yang bisa dilakukan dalam waktu dekat.
“Dari hasil pemantauan, harga dan stok barang masih aman dan stabil. Namun ada beberapa keluhan pedagang terkait fasilitas pasar, seperti atap yang bocor dan kondisi jalan yang becek. Sebagian sudah kami inventarisir dan besok bisa langsung diperbaiki, sementara yang membutuhkan penanganan lebih akan kami kaji dari sisi anggarannya,” ujar Thungari.
Selain persoalan fasilitas, pedagang juga mengeluhkan adanya aktivitas jual beli di lokasi yang tidak semestinya sehingga mengganggu ketertiban di dalam pasar. Pemerintah daerah pun berencana melakukan penertiban bersama aparat terkait.
“Tadi juga ada keluhan pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya. Nanti itu menjadi urusan Camat, Kapolsek dan Satpol PP untuk melakukan penertiban, kemungkinan setelah Lebaran,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, pedagang juga mengusulkan agar aktivitas perdagangan lebih dipusatkan di Pasar Petta. Usulan tersebut menurut Bupati akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah.
Ia menambahkan, saat ini Pemkab Sangihe belum memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari aktivitas pasar di Naha karena sebagian pedagang masih berjualan di luar area milik pemerintah. Selain itu, pembangunan pasar milik Pemda di Naha juga belum sepenuhnya rampung sehingga belum dapat diberlakukan penarikan retribusi.
Lebih lanjut, Bupati menilai Pasar Petta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pasar harian seperti yang telah diterapkan di Pasar Tamako.
“Saya pikir Pasar Petta sudah layak menjadi pasar setiap hari seperti di Tamako. Ini tentu akan kita kaji lebih lanjut,” pungkasnya. (JA)









