Resmi Nahkodai KONI Sangihe, Tendris Bulahari Usung Semangat Baru Pembinaan Atlet

Sangihe11 Dilihat

SANGIHE — Kepemimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi memasuki babak baru setelah Wakil Bupati Tendris Bulahari dilantik sebagai ketua untuk periode 2025–2029.

Momentum pelantikan ini menjadi titik awal penguatan komitmen dalam membangun ekosistem olahraga daerah yang lebih terarah dan kompetitif. Dalam sambutannya, Bulahari menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan kerja kolektif demi mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi.

“Ini bukan sekadar seremonial pergantian pengurus, tetapi awal langkah baru untuk membawa olahraga Sangihe ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan salam dari Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas di luar daerah. Meski demikian, dukungan penuh tetap diberikan agar KONI mampu menunjukkan kinerja terbaik.

Apresiasi turut disampaikan kepada KONI Provinsi Sulawesi Utara yang telah memberikan dukungan hingga seluruh rangkaian pelantikan berjalan lancar.

Menurut Bulahari, capaian prestasi olahraga tidak bisa diraih secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang melalui pembinaan yang konsisten, dukungan fasilitas, serta sinergi semua pihak. Ia menilai, keberadaan sarana seperti GOR Membara menjadi modal penting dalam menunjang aktivitas olahraga di daerah.

Selain itu, suksesnya pelaksanaan Kejuaraan Tinju Amatir Piala Bupati yang melibatkan ratusan atlet dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa Sangihe memiliki potensi sebagai tuan rumah event olahraga yang kompetitif.

“Kita sudah menunjukkan kapasitas sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan event besar sekaligus melakukan pembinaan atlet,” katanya.

Di tengah keterbatasan anggaran, ia tetap optimistis bahwa kerja sama antara pengurus, cabang olahraga, pemerintah, dan masyarakat dapat menjaga keberlangsungan program pembinaan.

Bulahari mengajak seluruh jajaran KONI untuk fokus pada pembinaan atlet sejak usia dini, peningkatan kualitas sumber daya pelatih dan wasit, serta persiapan atlet menuju ajang yang lebih tinggi.

“KONI harus menjadi wadah pemersatu. Dengan kebersamaan dan kerja nyata, prestasi akan mengikuti,” tutupnya. (JA)