Bupati Michael Resmikan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bowongkulu, Bukti Nyata Komitmen Bangun Sangihe

Sangihe237 Dilihat

SANGIHE Pembangunan infrastruktur strategis kembali menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jumat (3/10/2025), Bupati Michael Thungari secara resmi memimpin seremoni ground breaking jalan poros Lenganeng–Bowongkulu, yang digelar di Kampung Tola, Kecamatan Tabukan Utara.

Acara tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah teknis, Camat Tabukan Utara, pemerintah kampung, penyedia jasa, hingga tokoh masyarakat. Momen ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan akses transportasi baru yang telah lama dinantikan warga.

Dalam sambutannya, Bupati Michael menegaskan bahwa pembangunan jalan Lenganeng–Bowongkulu bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi besar bagi masa depan Sangihe. Jalan strategis ini akan menjadi urat nadi perekonomian daerah, memperlancar mobilitas barang dan jasa, serta membuka ruang tumbuh bagi sektor perdagangan dan pariwisata.

“Pembangunan jalan ini adalah harapan bersama. Dengan adanya akses baru, anak-anak akan lebih mudah menjangkau pendidikan, petani dan nelayan bisa lebih cepat memasarkan hasil, dan masyarakat luas mendapat kesempatan hidup lebih sejahtera,” ujar Bupati.

Ia mengungkapkan, perjuangan untuk merealisasikan proyek ini tidaklah mudah. Mengingat ruas jalan tersebut melewati kawasan lindung, pemerintah daerah harus menempuh proses izin khusus Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Namun, berkat kerja keras tim teknis, izin tersebut berhasil diterbitkan hanya dalam waktu lima bulan — sebuah capaian yang jarang terjadi dalam proses administrasi proyek serupa.

Bupati Michael juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan pembangunan ini agar berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat.

“Ground breaking hari ini bukan sekadar seremoni, tapi simbol kerja besar yang membutuhkan dukungan semua pihak,” tegasnya.

Tak lupa, Bupati menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin daerah sebelumnya yang telah merintis pembukaan jalur Lenganeng–Bowongkulu serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan proyek ini.

Selain mempercepat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, Bupati Michael juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan, mengingat jalur tersebut berada di wilayah hutan lindung.

“Pengembangan pariwisata berkelanjutan harus berjalan seiring dengan pelestarian alam, kesejahteraan ekonomi masyarakat, dan pelestarian budaya. Tantangan kita adalah menjaga hutan dari dampak aktivitas wisata sambil meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap keberlanjutan,” pungkasnya.

Dengan dimulainya pembangunan jalan poros Lenganeng–Bowongkulu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe optimistis infrastruktur ini akan menjadi pintu gerbang baru pemerataan pembangunan, sekaligus motor penggerak ekonomi dan pariwisata daerah. (JA)